Kecerdasan Bioenergi Sebagai Jalan Spiritual

Jalan Spiritual

Jalan Spiritual – Jika kita berbicara mengenai spiritualitas, seolah-olah kita dibawa ke tempat yang jauh di luar diri kita. Suatu tempat yang sulit untuk dijangkau. Suatu proses pencapaian yang sulit dibayangkan dan karenanya menjadi kelihatan tidak mungkin. Apakah memang benar demikian? Marilah kita urai sedikit demi sedikit tentang apa sebenarnya spiritualitas itu. Jalan Spiritual adalah jalan yang ditempuh seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah yang merupakan keketapan hati dan pilihan kuat penuh keiklasan.

Spiritualitas berasal dari kata dasar “spirit” yang dalam kamus diterangkan sebagai sesuatu yang berhubungan dengan jiwa manusia. Memang dalam bahasa Inggris, “spirit” bisa juga berarti roh atau hantu, atau sesuatu keadaan gaib yang berada di dalam dan di luar manusia. Kita tentunya tak hendak membicarakan persoalan yang tidak memiliki koneksi langsung dengan manusia karena proses pemahamannya akan membutuhkan waktu yang terlalu lama. Jalan spiritual ditempuh untuk mendekatkan diri pada Ilahi dengan jiwa yang bersih dan kekuatan iman.

Baca juga: Bioenergi Merupakan Teknologi Spiritual

Marilah kita menggunakan pengertian  dasar kata “spirit” itu yang berhubungan langsung dengan manusia dan dimiliki oleh setiap manusia. Jadi, definisi yang kita gunakan untuk “spirit” adalah jiwa manusia dan “spiritualitas” adalah sesuatu yang ada dan berhubungan dengan jiwa manusia.

Mengapa Jalan Spiritual Berkaitan dengan jiwa manusia?

Ya, karena kita hendak bicara tentang manusia dan semua manusia yang ada di dunia ini memiliki jiwa. Lalu bagaimana kita akan dapat memahami spiritualitas itu? Bahasan-bahasan di bawah ini akan menerangkan pada anda tentang prinsip dasar spiritual yang tentunya dapat anda gunakan untuk memahami secara personal tentang apa itu spiritual.

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bicara sedikit tentang manusia dan jiwa. Setiap orang tentulah paham dan mengerti sepenuh hati bahwa manusia ini terdiri dari tubuh dan jiwa. Eksistensi jiwa dapat diproyeksikan melalui pikiran. Karena secara umum memang aktifitas jiwa dapat diketahui dengan pola kerja pikiran yang termanifestasikan melalui kata-kata dan atau perbuatan. Jadi, sangat wajar jika orang yang tidak dapat lagi berpikir runtut secara umum dapat dikatakan sebagai “lali jiwa” atau “lupa jiwa” atau gila.

Jiwa secara lebih mendalam dapat disejajarkan dengan hidup, memang runtut serta mengikuti hukum-hukum universal yang telah tertentukan (mutlak). Tapi kenapa orang yang ‘lali jiwa’ itu dapat dikatakan masih hidup? Yah, karena memang dia hanya “lali jiwa” secara umum, akan tetapi orang itu tidak sepenuhnya meninggalkan jiwa. Yang terjadi adalah ia “lupa jiwa”. Sehingga pikirannya tidak bisa memproyeksikan eksistensi jiwa yang termanifestasikan melalui kata-kata dan perbuatan menurut hukum universal.

Baca juga: Kecerdasan Spiritual Akan Mengubah Hidup Anda

Jiwa Adalah Energi, Jalan Spiritual ditempuh berbekal energi yang kuat

Karena jiwa itu adalah hidup, maka jiwa adalah energi. Seperti halnya tenaga listrik yang menggerakkan mesin, setiap manusia hidup ini memiliki energi untuk menggerakkan kehidupannya. Yang membedakan antara manusia yang satu dengan yang lain adalah kualitas energi dan penggunaannya. Kualitas energi yang tidak baik tentunya akan menghasilkan kualitas kehidupan yang tidak baik juga. Contohnya adalah seperti mesin itu, jika energi listrik yang diperlukan tak mencukupi kebutuhan maka akan terjadi kerusakan. Demikian juga dengan penggunaan energi, sebuah pesawat TV yang memiliki daya 110 volt akan langsung meledak jika kita aliri daya 220 volt.

Kualitas energi yang baik dan penggunaan energi secara benar ini dapat dipelajari oleh manusia, siapa saja, melalui Bioenergi. Bioenergi adalah satu daya yang kebanyakan dari kita belum mengenalnya. Secara singkat, Bioenergi dapat didefinisikan sebagai “suatu daya intensitas yang menyusupi struktur-struktur anatomis dari semua benda termasuk atmosfir di sekitarnya”.

Setiap manusia dengan sendirinya memiliki dan berhak mendapatkan Bioenergi. Karena ia adalah satu pemberian agung dari kaidah hukum universal yang mutlak itu. Jadi sumber Bioenergi ini adalah satu, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Yang memberi dan memiliki hak dan kuasa tunggal terhadap hukum universal mutlak itu. Dari pengertian ini maka dapat kita simpulkan bahwa: “Bioenergi merupakan energi kehidupan  di alam ini. Yang menyusupi dan menggerakkan seluruh aktifitas  kehidupan di mana sumber tertinggi adalah Tuhan Maha Esa.”

Baca Juga: Kecerdasan Spiritual Menurut Para Ahli

Bioenergi Memiliki Kecerdasannya Sendiri

Bioenergi mempunyai sifat kecerdasannya sendiri yang mengalir dan bergerak secara alamiah mengikuti tatanan hukum universal. Dalam kehidupan manusia, Bioenergi dapat dipengaruhi, baik secara sadar atau tidak, oleh arah pikiran dan hati seseorang. Yang selanjutnya dapat berpengaruh pada pola hidup yang positif atau negatif. Untuk itulah setiap orang perlu memahami Bioenergi yang cerdas. Ini agar dapat memanfaatkan potensinya yang telah dianugerahkan oleh Tuhan kepada kita.

Dari uraian di atas, telah kita singgung bahwa manusia terdiri dari tubuh dan jiwa. Karena jiwa adalah energi yang hidup, dan menjalankan hidup maka dapat dikatakan ia adalah Bioenergi itu sendiri. Kalau demikian, lalu bagaimana Bioenergi dapat masuk ke dalam tubuh manusia? Bioenergi berinteraksi ke dalam tubuh manusia melalui jalur-jalur energi di mana pada jalur tersebut terdapat beberapa pusat energi eterik (Generator Bioenergi). Jika Bioenergi melewati jalur energi terus ke generator dan tersesuaikan, maka generator tersebut makin seimbang dan kemampuan psikis generator akan makin aktif.

Proses penyesuaian Bioenergi dapat dikatakan sempurna bila seluruh  generator menjadi seimbang sampai ke generator kepala  dan menyatu dengan alam. Sehingga kita dapat mencapai pencerahan spiritual. Nah, kita telah sampai lagi pada kata “spiritual” yang telah kita terangkan melalui pendekatan Bioenergi tersebut.

Baca juga: Kecerdasan Bioenergi Mencerminkan Ekspresi Kesadaran

BAGIKAN: