Ingin Mencapai Hidup Berkelimpahan? Pahami 12 Hukum Alam Berikut Ini!

Mencapai Hidup Berkelimpahan

Mau Tahu Rahasia Mencapai Hidup Berkelimpahan?

Hidup Berkelimpahan dalam makna luas berari hidup penuh dengan kebahagiaan, Kesejahteraan, kedamaian dan dalam kehormatan serta keharmonisan. Dalam makna yang lebih sempit, mencapai hidup berkelimpahan bisa dimaknai dengan “kaya”. Untuk mencapai hidup berkelimpahan baik dalam makna luas maupun sempit tidak mudah. Tidak semua orang bisa namun tidak ada yang mustahil di dunia ini . Ketika Anda dan siapapun yang ingin mencapai hidup berkelimpahan mau mengusahakannya dan tahu rahasia serta formulanya. Lebih dari itu Anda juga harus mampu menciptakan keajaiban-keajaiban dalam hidup Anda sendiri dengan melakukan hal-hal luar biasa yang tidak dilakukan oleh orang biasa biasa saja.

Rahasia alam semesta berkaitan dengan keberlimpahan hidup dan juga menjadi kunci bagi siapapun yang ingin mencapai keberlimpahan adalah “Hukum Alam Semesta”. Hukum adalah aturan yang harus diikuti, dan siapa yang mengikuti aturan akan mendapatkan kemudahan setidaknya tidak mendapat masalah dan mendapat kelancaran. Sedangkan siapa yang melawan hukum akibatnya akan mendapat hukuman atau sangsi. Kemudahan atau kelanjaran  dalam kehidupan adalah mendapatkan apa yang kita impikan, mudah meraih harapan sedangkan hukuman dalam kehidupan adalah kesusahan, masalah, penderitaan, kekecewaan, sakit dan berbagai hal buruk yang tidak menyenangkan.

Lantas apa saja rahasia alam semesta yang bisa mengantarkan seseorang mencapai hidup berkelimpahan serta mencapai kemakmuran? Ada 12 hukum alam semesta yang harus diikuti untuk mencapai keberlimpahan hidup dan kesemuanya itu adalah kunci. Jika Anda ingin mencapai keberlimpahan dan juga kemakmuran dalam hidup pahami dan praktekkan hukum alam semesta. Seperti yang dilansir dari groups.google.com bahwa Hukum alam semesta terdiri dari 12 hukum yang meliputi:

1. Hukum daya tarik dan daya tolak yang dinamis (The Law of Bioelektromagnetik)

Hukum Alam Semesta menunjukkan bagaimana kita menciptakan barang-barang / hal-hal, peristiwa-peristiwa, serta orang-orang yg datang kedalam kehidupan kita. Pikiran-pikiran, perasaan-perasaan, ucapan-ucapan, serta tindakan-tindakan kita menghasilkan energi-energi yg sebaliknya menarik energi-energi lain yang sama ( sifatnya ) kepada diri kita. Energi-energi negatif akan menarik energi-energi negatif dan energi-energi positif akan menarik energi-energi positif.

Jadi prinsip hukum Bioelektromagnetik adalah: “Bahwa arah pikiran Anda, isi hati Anda dan tindakan Anda akan mempengaruhi kemana energi itu akan mengalir”. Jika kita berpikir baik maka akan menarik dan terhubung dengan kebaikan-kebaikan  serta menjauhkan dari keburukan demikian juga sebaliknya jika kita berpikir negatif. Penjelasan selengkapnya silakan klik Hukum Bioelektromagnetik . bioelektromagnetik/.

2. Hukum Kesatuan (The Law of Divine Oneness)

Hukum ini membantu kita untuk memahami bahwa kita ini hidup didalam dunia dimana kita semua saling berhubungan / menyatu. Segala sesuatu yang kita lakukan, ucapkan, pikirkan dan yakini berpengaruh kepada semua manusia serta alam semesta yg mengelilingi kita.

Untuk memahami hukum ini hanya dengan logika saja tidak cukup dan tidak mampu memberikan kita pemahaman yang jelas. Karena dalam hukum ini mengandung muatan spiritual yang mengarahkan kita pada esensi kesatuan.

Penerapan hukum ini dalam dunia kerja misalnya di kantor, walaupun Anda tidak diperhitungkan sesungguhnya Anda memiliki arti besar bagi perusahaan. Seorang sales misalnya yang biasanya hanya dicibir dan dipandang sebelah mata, tapi justru ialah yang menjadi ujung tombak perusahaan.

3. Hukum Getaran (The Law of Vibration)

Hukum ini mengatakan bahwa segala sesuatu di Alam Semesta bergerak, bergetar, dan berjalan dalam bentuk pola-pola lingkaran. Prinsip-prinsip yang sama tentang getaran yang ada didunia fisik berlaku juga kepada pikiran, perasaan, keinginan serta kemauan ( yang keras ) didunia Eteris. Setiap suara, sesuatu, dan bahkan pikiran memiliki frekwensi getaran tersendiri, yang sifatnya unik untuk dirinya sendiri.

4. Hukum Tindakan / Usaha (The Law of Action)

Hukum Tindakan / Usaha mesti diterapkan bila kita ingin mewujudkan apa saja didunia ini. Oleh karena itu kita harus aktif berusaha dalam segala sesuatu yg berkaitan / mendukung pikiran-pikran, impian-impian, emosi-emosi dan perkataan-perkataan kita.

5. Hukum Pasangan (The Law of Correspondence)

Hukum Alam Semesta mengatakan bahwa prinsip-prinsip atau hukum-hukum fisika yg menjelaskan tentang dunia fisik kita – energi, cahaya, getaran dan gerak – memiliki pasangan prinsip-prinsipnya dialam eterik atau semesta (“Apa yg terdapat diatas (langit/semesta) memiliki pasangannya dibumi” ).

 6. Hukum Sebab dan Akibat (The Law of Cause and Effect)

Hukum Alam Semesta menyatakan bahwa tidak ada sesuatupun yg terjadi secara kebetulan atau diluar hukum Alam Semesta. Setiap tindakan / aksi memiliki reaksi atau akibat dan “apa yg kita tanam, akan kita tuai”.

 7. Hukum Kompensasi (The Law of Compensation)

Hukum Alam Semesta ini adala hukum Sebab dan Akibat yg diterapkan kepada keberkahan dan kelimpahan yg kita terima. Dampak-dampak dari perbuatan-perbuatan kita yg nampak, kita terima dalam bentuk pemberian-pemberian, uang, warisan, persahabatan dan berkat / rahmat.

8. Hukum Transmutasi Energi yang Kekal (The Law of Perpetual   Transmutation of Energy)

Hukum Alam Semesta menyatakan bahwa semua manusia memiliki kemampuan untuk mengubah kondisi-kondisi (nasib) yg terjadi dalam kehidupannya. Getaran dari energi-energi yg tinggi (niat mengubah nasib yg lebih baik ) akan menghabiskan dan mengubah getaran dari energi-energi yg lebih rendah (“ketidak berdayaan”) serta mengubahnya menjadi getaran yg lebih tinggi; dengan demikian kita masing-masing dapat mengubah energi-energi dalam kehdupan kita dengan memahami Hukum-Hukum Alam Semesta serta menerapkannya agar terjadi suatu perubahan.

 9. Hukum Relativitas (The Law of Relativity)

Hukum Alam Semesta ini menytakan bahwa setiap orang akan menerima serangkaian cobaan untuk menguatkan iman mereka. Kita harus melihat setiap cobaan ini sebagai suatu tantangan dan tetap teguh imannya dan tidak putus asa didalam menghadapi kesemua cobaan. Hukum ini juga mengajarkan kita untuk membandingkan cobaan-cobaan yg kita hadapi dengan cobaan-cobaan orang lain serta meletakkan kesemuanya dalam suatu prospefktifnya  yg benar. Sebagaimanapun buruknya / parahnya permasalahan yg kita hadapi akan selalu ada orang lain yg permaslahannya lebih parah dari kita. Segala sesuatu itu sifatnya relatif.

 10. Hukum Polaritas (The Law of Polarity )

Hukum Alam Semesta ini menyatakan bahwa segala sesuatu itu berada dalam sekumpulan proses yang berkesinambungan dan memiliki “lawan” yang sifatnya terbalik ( oposan ).  Kita mampu menekan dan mengubah pikiran-pikiran kita yang tidak kita inginkan dengan memusatkan perhatian kita kepada kutub yang polaritasnya berlawanan dengan pikiran-pikiran tsb. Ini juga dikenal dengan istilah Hukum Getaran-Getaran Mental.

 11. Hukum Irama (The Law of Rhythm)

Hukum Alam Semesta ini menyatakan bahwa segala sesuatu bergetar dan bergerak mengikuti irama-irama tertentu. Irama-irama ini menjelma dalam bentuk musim-musim, siklus, tahap-tahap perkembangan serta pola-pola. Setiap siklus mencerminkan keteraturan dari Alam Semesta ciptaan Tuhan. Hanya mereka yg memilki kapasitas sebagai Master-lah yang mampu bangkit diatas bagian-bagian negatif dari suatu siklus dengan tidak pernah membiarkan dirinya terlalu gembira atau membiarkan pikiran-pikiran negatif memasuki kesadarannya

12. Hukum Gender / Dualitas (The Law of Gender)

Hukum Alam Semesta ini menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki sifat jantan (Yang) dan sifat betina (Yin) nya yang merupakan dasar dari semua penciptaan. Para pemula spiritual harus menyeimbangkan energi-energi jantan dan betina yang mereka miliki untuk mampu menjadi seorang Master dan turut menjadi mitra pencipta sejati ( dalam skala yang kecil/ terbatas ) dengan Yang Maha Pencipta.

Bagaimana Hukum Alam Mempengaruhi kehidupan Manusia?

Untuk memahami keterkaitan hukum alam dan kehidupan manusia kita harus memahami terlebih dahulku apa itu hukum alam. Dalam delaroziipratiwi.wordpress.com dinyatakan bahwa hukum alam adalah ketentuan ALLAH terhadap segala sesuatu yang ada di dalam semesta ini. Hukum alam ini sering disebut juga dengan SUNNATULLAH (Ketentuan ALLAH).

Itu pula yang menjadi dasar kenapa siapapun yang ingin mencapai hidup berkelimpahan harus paham hukum alam dan tunduk pada hukum alam tersebut. Artinya hukum alam merupakan aturan Allah dan merupakan tatanan hukum yang harus dipatuhi. Ðalam Hukum alam terjadi sebab akibat. Dan besar kecilnya atau tingkatan sebab akibat itu hanya Allah yang tahu. Hitungan dari implikasi sebab dan akibat tidak bisa dihitung dengan bahasa manusia juga tidak bisa dimaknai hanya dengan rasio (akal) semata. Ada perhitungan Allah yang manusia tidak bisa menghitungnya juga menilainya.

Allah menciptakan alam dan isinya serta mengaturnya sedemikian rupa, sesuai ukurannya.
Semua Hal” yang terjadi di alam ini yang dapat disaksikan dengan panca indera, dpt di jelaskan serta dapat dinilai secara Ilmiah disebut FENOMENA ALAM. Dan fenomena ini kadang tidak bisa dirasio oleh manusia meski bisa menjadi bagian dari sebuah ilmu pengetahuan. Karena dalam fenomena alam apabila bisa kita renungi akan membuka kesadaran manusia.

Dalam devinisi lain Hukum alam (Natural LawLex Naturalis/ Law of Nature) juga dapat didefinisikan sebagai suatu sistem hukum yang konon ditentukan oleh alam, dan oleh karenanya bersifal universal.

*******

Prinsip utama hukum alam adalah hukum tersebut bersifat universal. Nilai-nilai yang diajarkan dalam hukum alam berlaku bagi semua pihak, tidak berubah karena kaitannya dengan alam. Unversalitas tersebut menjadi kekuatan hukum alam, karena ia menjadi ukuran validitas hukum positif. Hukum alam dapat digunakan sebagai landasan dalam melakukan kritik terhadap keputusan-keputusan dan peraturan-peraturan, dan bahkan mengkritik hukum. Universalitas ini terlihat pada pemberlakuan nilai-nilai (values) dan moral, yakni dengan nilai-nilai yang diturunkan dari Tuhan, yang secara filosofis menjadi acuan bagi pembentukan hukum positif. Dengan kekuatan tersebut, hukum alam dapat memberikan jawaban atas persoalan-persoalan moral yang tidak dapat diselesaikan oleh hukum masa kini.

Universalitas tersebut juga menjadi kelemahan dari hukum alam sendiri. Karena sifatnya yang universal, maka perlu untuk dilakukan ‘positivisasi’ nilai-nilai dalam hukum alam tersebut, agar secara konkrit dapat diketahui bentuk hukumnya untuk dapat diterapkan dalam kehidupan sosial. Prinsip-prinsip dalam hukum alam bersifat abstrak, sehingga perlu di-‘breakdown’ atau diterjemahkan ke dalam peraturan yang lebih konkrit.

*******

Untuk membrekdown makna dari setiap hukum alam itu tentu tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itulah diperlukan seorang guru spiritual, atau mentor dalam kehidupan. Selain membantu kita membrekdown makna dari setiap kejadian dalam kehidupan dan bagaimana hukum alam bekerja, guru spiritual dan juga mentor akan membimbing dan mengatrahkan kita menemukan kesadaran hidup tertinggi. Selain itu akan membimbing kita dalam menemukan jati dari juga menemukan dan megeloila potensi diri untuk meraih kehidupan yang lebih berkualitas. Dan yang terpenting mampu mengikuti apa yang menjadi hukum kehidupan sehingga bisa mencapai hidup berkelimpahan, penuh kebahagiaan dan kedamaian..

Karena keberadaan hukum sebagai sebuah peraturan dimana didalamnya ada hal yang diatur dan juga sangsi. Hukum alam juga bersifat mengikat, mengatur dan mutlak ketentuannya. Hukum alam nembantu jalannya keteraturan dalam hidup, menegakkan keadilan dan mengatur tingkah laku manusia. Dimana sangsi dari sebab akibat atau aksi dan reaksi dari hukum alam ini prinsip keadilannya tidak bisa dirasio, hitungannya diluar pemikiran dan hitungan manusia dan keberadaannya tidak bisa di hindari.

BAGIKAN:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us On WhatsApp