Menggapai Ketenangan Jiwa di Jalan Kebenaran

Ketenangan Jiwa

Ketenangan Jiwa – Dalam perkembangan hidupnya manusia seringkali berhadapan dgn berbagai masalah yang berat untuk diatasinya. Akibatnyatimbullah kecemasan ketakutan dan ketidaktenangan bahkan tidak sedikit manusia yang akhirnya kalap sehingga melakukan tindakan-tindakan yang tidak benar dan anarkis. Bahkan ia bisa melakukan kejahatan seperti pembunuhan, termasuk pembunuhan terhadap keluarga sendiri, melakukan kejahatan terhadap diri sendiri. Seperti minuman keras dan obat-obat terlarang hingga tindakan bunuh diri. Oleh krn itu ketenangan jiwa sangat penting dalam hidup ini agar kita bisa mengendalikan diri, mengontrol dan menggerakkan energi kita menuju kebaikan dan hidup lebih baik. 

Jasad kita tersusun atas jiwa dan raga yang dikendalikan oleh pikiran dan akal budi melalui otak dan hati. Semua unsur dari keberadaan diri manusia terdiri atas energi-energi kehidupan (Bioenergi) dalam koordinasi pusat Generator Energi tubuh. Dimana energi tubuh adalah bagian dari energi alam semesta yang terhubung dengan Enenrgi ilahi. Dari sanalah frekuensi energi mengalir ke seluruh unsur kehidupan. Termasuk dalam diri manusia yang didalamnya ada jiwa yang mendiami struktur tubuh dengan sestem energi yang sangat teratur, selaras dan seimbang. Semua berjalan sesuai dengan sunatullah yang telah ditetapkan dan apabila diri menalami gangguan maka dapat menimbulkan gangguan fisik juga mengusik Ketenangan Jiwa. Jiwa merupakan ekspresi kesadaran.

Baca juga: Kecerdasan Bioenergi Mencerminkan Ekspresi Kesadaran

Dengan jiwa yg tenang kehidupan ini dapat dijalani secara teratur dan benar sebagaimana yg dikehendaki Allah dan rasul-Nya. Untuk bisa menggapai ketenangan jiwa banyak orang yg mencapainya dgn cara-cara yg tidak sesuai syariah sehingga bukan ketengan jiwa yg didapat tetapi malah membawa kesemrawutan dalam jiwanya itu. Untuk itu secara tersurat Alquran menyebutkan beberapa kiat praktis agar jiwa menjadi tenang hiduppun tentram dan damai serta pikiran lebih jernih.

Cara Menggapai Ketenangan Jiwa

1. Dzikrullah

Dzikir kepada Allah SWT merupakan kiat utk menggapai ketenangan jiwa yakni dzikir dalam arti selalu ingat kepada Allah. Dengan menghadirkan nama-Nya di dalam hati, mengikrarkan dengan lisan dan mengamalkan hakekatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bila seseorang menyebut nama Allah memang ketenangan jiwa akan diperolehnya.Ketika berada dalam ketakutan lalu berdzikir dalam bentuk menyebut ta’awudz dia menjadi tenang. Ketika berbuat dosa lalu berdzikir dalam bentuk menyebut kalimat istighfar atau taubat dia menjadi tenang kembali karena merasa telah diampuni dosa-dosanya itu. Ketika mendapatkan keni’matan yg berlimpah lalu dia berdzikir dengan menyebut hamdalah maka dia akan meraih ketenangan. Begitulah seterusnya sehingga dengan dzikir ketenangan jiwa akan diperoleh seorang muslim.

Allah SWT berfirman yg artinya ” orang-orang yg beriman dan hati mereka menjadi tentram dgn mengingat Allah. Ingatlah hanya dgn mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”.Untuk mencapai ketenangan jiwa dzikir tidak hanya dilakukan dalam bentuk menyebut nama Allah tetapi juga dzikir dengan hati dan perbuatan. Karena itu seorang mukmin selalu berdzikir kepada Allah dalam berbagai kesempatan baik duduk berdiri maupun berbaring termasuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Baca juga: 8 Manfaat Bioenergi Agar Lebih Tenang Dan Dekat Dengan Tuhan

2. Yakin akan Pertolongan Allah

Dalam hidup dan perjuangan seringkali banyak kendala tantangan dan hambatan yg harus dihadapi. Adanya hal-hal itu seringkali membuat manusia menjadi tidak tenang yang membawa pada perasaan takut yang selalu menghantuinya. Ketidaktenangan seringkali membuat orang menjadi berputus asa dan bagi yang berjuang menjadi takluk bahkan berkhianat. Oleh krn itu agar hati tetap tenang dalam perjuangan menegakkan agama Allah dan dalam menjalani kehidupan yang sesulit apa pun seorang muslim harus yakin adanya pertolongan Allah.

Allah berfirman yg artinya “Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi mu dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” . Betapa banyak bentuk pertolongan yang diberikan kepada para nabi dan generasi sahabat di masa Rasulullah SAW, maka kita harus yakin akan kemungkinan memperoleh pertolongan Allah. Namun harus kita ingat bahwa pertolongan Allah itu seringkali baru datang apabila seorang muslim telah mencapai kesulitan yang sangat atau dipuncak kesulitan. Sehingga kalau diumpamakan seperti jalan maka jalan itu sudah buntu dan mentok.

Dengan keyakinan seperti ini seorang tidak akan pernah cemas dalam menghadapi kesulitan karen memang pada hakikatnya pertolongan Allah itu dekat. Allah berfirman yg artinya “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga padahal belum datang kepadamu sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta digoncangkan. Sehingga berkatalah rasul dan orang-orang yg beriman “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” .

3. Memperhatikan Bukti Kekuasaan Allah

Kecemasan dan ketidaktenangan jiwa adalah karena manusia seringkali terlalu merasa yakin dengan kemampuan dirinya. Akibatnya kalau ternyata dia merasakan kelemahan pada dirinya dia menjadi takut dan tidak tenang. Tetapi kalau dia selalu memperhatikan bukti-bukti kekuasaan Allah dia akan menjadi yakin sehingga membuat hatinya menjadi tentram. Hal ini krn dia sadari akan besarnya kekuasaan Allah yang tidak perlu dicemasi tetapi malah untuk dikagumi.

Allah berfirman yang artinya “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata ‘Ya Tuhanku perlihatkanlah padaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati’. Allah berfirman ‘Belum yakinkah kamu?’. Ibrahim menjawab ‘Aku telah meyakininya akan tetapi agar hatiku tenang. Allah berfirman. “Ambillah empat ekor burung lalu cincanglah. Kemudian letakkan di atas tiap-tiap satu bukit satu satu bagian dari bagian-bagian itu. Kemudian panggillah mereka niscaya mereka datang kepadamu dgn segera’. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 

Baca juga: Cara Menghadapi Masa Sulit Dengan Optimis

4. Bersyukur

Allah SWT memberikan keni’matan kepada kita dalam jumlah yg amat banyak. Keni’matan itu harus kita syukuri karena dengan bersyukur kepada Allah akan membuat hati menjadi tenang. Hal ini karena dengan bersyukur keni’matan itu akan bertambah banyak baik banyak dari segi jumlah ataupun minimal terasa banyaknya. Tetapi kalau tidak bersyukur keni’matan yang Allah berikan itu kita anggap sebagai sesuatu yg tidak ada artinya meskipun jumlahnya banyak kita merasakan sebagai sesuatu yg sedikit.

Apabila manusia tidak bersyukur Allah memberikan azab yg membuat mereka menjadi tidak tenang. Allah berfirman yg artinya “Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan sebuah negeri yg dahulunya aman lagi tentram. Rezekinya melimpah ruah dari segenap tempat tetapi kaumnya mengingkari ni’mat-ni’mat Allah. Karena itu Allah memberikan kepada mereka kelaparan dan ketakutan disebabkan apa yg selalu mereka perbuat.” .

5. Tilawah Tasmi’ dan Tadabbur Alquran .

Alquran adalah kitab yang berisi sebaik-baik perkataan, yang diturunkan pada bulan suci Ramadan yang penuh dengan keberkahan. Karenanya orang yang membaca, mendengar bacaan dan mengkaji ayat-ayat suci Alquran niscaya menjadi tenang hatinya manakala dia betul-betul beriman kepada Allah SWT. Allah berfirman yang artinya “Allah telah menurunkan perkataan yg baik, Alquran yang serupa lagi berulang-ulang gemetar karenanya kulit orang-orang yg takut kepada Tuhanya. Kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah dengan kitab itu. Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah maka tidak ada seorang pun pemberi petunjuk baginya.”

Oleh karena itu sebagai mukmin interaksi kita dengan Alquran haruslah sebaik mungkin. Baik dalam bentuk membaca mendengar bacaan mengkaji maupun mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Manakala interaksi kita terhadap Alquran sudah baik maka mendengar bacaan Alquran saja sudah membuat keimanan kita bertambah, berarti lebih dari sekedar ketenangan jiwa. Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya orang-orang yg beriman adalah mereka yg apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka. Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” .

Dengan berbekal jiwa yang tenang itulah seorang muslim akan mampu menjalani kehidupannya secara baik sebab baik dan tidak sesuatu berpangkal dari persoalan mental atau jiwa. Karena itu Allah SWT memanggil orang yang jiwanya tenang untuk masuk ke dalam surga-Nya. Allah berfirman yang artinya “Hai jiwa yg tenang kembalilah kepada Tuhanmu dgn hati yg puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” Menggapai Ketenangan Jiwa adalah tanggung jawab kita masing-masing.  kita juga bisa memilih jalan dan cara mana yang akan kita lakukan agar ketenangn kiwa mengantarkan kita pada kebaikan dan kesuksesan.

Baca juga: Menghidupkan Cahaya Hati Dengan Bioenergi

***

Jika Anda Ingin mendapatkan informasi lengkap tentang bagaimana mendapatkan ketenangan jiwa, keselarasan hati dan pikiran, sehat sukses, sejahtera. Dan Anda juga ingin memanfaatkan Bioenergi untuk solusi masalah hidup Anda, silahkan hubungi kami melalui :

  • Telepon ke 081 827 8880 (Bpk. Agus), 0853 2727 1999 (Ibu Eny)  atau (0274) 412446 (Office).
  •  Invite PIN BB 2BC328D8/2321942A, WA 081 827 8880. 
  •  Follow Twitter @syaifulmaghsri, FB Syaiful Maghsri.
  • ALAMAT : Gedung Biocentrum, Jalan veteran no. 153 Yogyakarta 55151.

 

BAGIKAN: